Penyempurnaan Ibadah Qurban Terletak Pada Pendistribusiannya

Bagi kita, Qurban mungkin pilihan. Tapi bagi mereka, itu satu-satunya kesempatan mencicipi daging dalam 365 hari.

Urusan konsumsi daging, warga Indonesia terhitung jauh dari ideal. Bahkan jauh dari kata batas wajar yang disarankan ahli kesehatan, hanya berkisar 9 gram per minggu. Bahkan angkanya lebih rendah lagi untuk wilayah Indonesia Timur.

Saat itulah qurban hadir. ✨
Ia membawa protein hewani ke meja-meja yang biasanya kosong dari daging.

Setiap tahun, jutaan hewan qurban disembelih di Indonesia. Dalam hitungan hari, jutaan kilogram daging tersebar merata — dari kota ke desa, dari yang mampu ke yang membutuhkan.

Qurban bukan sekadar penyembelihan.

Dalam syariat, qurban harus disempurnakan dengan mendistribusikan dagingnya kepada yang membutuhkan. Jika qurban hanya dinikmati oleh kalangan tertentu dan tidak merata ke yang berhak (fakir, miskin), maka bertentangan dengan semangat qurban itu sendiri.

Pada masa Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib, jika ada daging qurban menumpuk di satu tempat, mereka berinisiatif mengirimkan ke kampung-kampung yang jauh supaya tidak ada masyarakat yang luput dari kebahagiaan Idul Adha.

Tahun ini, mari bertanya pada diri:
“Siapa yang akan tersenyum karena qurban kita?”

https://www.instagram.com/reel/DJTb1YCvjpX/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Temukan dan Hubungi Kami di :

© Amal Mulia. All rights reserved