


Setidaknya terdapat 60 Kepala Keluarga (KK) yang mayoritas berprofesi sebagai petani kopi dan palawija serta buruh tani. Salah satu tokoh masyarakat yang mewakili harapan warga berharap agar ada dukungan untuk membenahi kembali infrastruktur kampung, terutama masjid, akses air bersih, logistik, dan kebutuhan pangan.

Masjid Nurul Huda berada di wilayah pedalaman Aceh Tengah, tepat di pinggir area sungai yang mengalami kerusakan ekstrem akibat longsor. Desa ini bahkan baru bisa diakses kembali 12 hari setelah bencana terjadi.
Lingkungan sekitar masjid hancur cukup parah. Dari pantauan udara (drone), area sekitar terlihat rusak total. Jalan utama di depan masjid tertutup batu-batu berukuran sebesar buah mangga yang terbawa arus deras.
Di tengah kehancuran desa, Masjid Nurul Huda justru menjadi simbol perlindungan. Secara ajaib, arus banjir yang membawa lumpur dan batu besar terbelah menjadi dua arah ketika menghantam area masjid. Air hanya memasuki area masjid tanpa menghancurkannya, sementara rumah-rumah di sekitarnya rusak berat.
Warga meyakini keberadaan masjid menjadi penghalang yang menyelamatkan rumah-rumah di depannya dari terjangan langsung arus deras.

Saat ini, pasca bencana, aktivitas masyarakat masih sangat terbatas dan sebagian besar bergantung pada bantuan untuk kebutuhan pangan. Kini harapan warga sederhana: minimal lantai masjid segera dibenahi agar dapat kembali digunakan berjamaah, terlebih menjelang Ramadhan.
Sahabat, yuk kita renovasi kembali Masjid Nurul Huda. Jadikan sedekah Sahabat sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Klik tombol donasi sekarang, dan bantu jaga iman saudara kita di Aceh Tengah.
![]()
Belum ada Fundraiser