

Mandi, nyuci, berwudhu, di sungai penuh lumpur setiap hari? Sungguh tidak nyaman rasanya
Nihilnya tempat wudhu dan rusaknya kamar mandi memaksa para santri di Pesantren Hadiqotul Ulum Assyafiiyah Jambi untuk pergi ke sungai setiap kali hendak membersihkan diri. Untuk mencapai sungai, para santri harus berjalan jauh menyusuri hutan karena letaknya berada tepat di belakang hutan.

“Kalau malam ingin buang air, saya tahan saja soalnya takut sungainya di belakang hutan”
Tak enak membangunkan teman atau ustad, terkadang para santri harus melewati malam dengan perut sakit akibat menahan buang air. Terdapat 45 santri di pesantren Quran ini yang tak mempunyai sumur dan kamar mandi bersih di Desa Danau Lamo ini.
Walau tanpa sumur dan kamar mandi, para santri tetap semangat mengaji
Ustad Mansur membangun pesantren ini sejak tahun 2019 untuk memfasilitasi anak-anak Desa Danau Lamo yang ingin mondok dengan biaya terjangkau. Minimnya sarana dan prasarana tidak menjadi alasan para santri untuk tetap belajar, mengaji, dan menghafalkan Al-Quran.

Patungan bikin sumur dan kamar mandi untuk para santri yuk!
Sumur air dan kamar mandi yang bersih sangat dibutuhkan para santri. Sahabat bisa bayangkan bagaimana efek panjangnya jika para santri harus bersuci, mandi, dan mencuci di satu sungai yang keruh. Berbagai penyakit kulit hingga masalah pencernaan sangat mungkin dialami para santri.

Menyediakan sumur air dan kamar mandi bersih bisa menjadi ladang pahala berlimpah. Sahabat secara tidak langsung menghindarkan para santri dari penyakit dan memberikan semangat untuk lebih giat menghafal Al-Quran. Setiap tetes air bersih yang mereka pakai akan terlantun doa-doa penuh syukur untuk Sahabat yang telah membantu.
Dalam suatu kesempatan, Saad bin Ubadah RA bertanya kepada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang paling utama?” Beliau menjawab, “Memberi air.” (Shahih Abu Daud).
Mari patungan bangun sumur dan kamar mandi untuk santri dengan cara:
![]()
Belum ada Fundraiser